Artikel

BPBD PROVINSI BALI LAKSANAKAN, EDUKASI DAN SOSIALISASI PENANGGULANGAN BENCANA DI PENINJOAN

06 Februari 2020 03:04:15  admin-peninjoan  7 Kali Dibaca  Berita Desa

SID Jurnalisnya Desa

Peninjoan, Kamis (6/2) BPBD Provinsi Bali melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi penanggulangan bencana tahun 2019. Kegiatan yang dilaksanakan  mulai pada pukul  09.00 Wita yang bertempat di gedung pertemuan kantor perbekel peninjoan yang dihadiri BPBD Provinsi dan Kabupaten, BMKG,DPMD, Bhabinsa, Perbekel dan seluruh peserta kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat.

Acara yang dibuka oleh perbekel peninjoan yang dilanjutkan penyampaian materi sekaligus membuka kegiatan sosialisasi ini oleh ketut Gede dari BPDB Kabupaten Bangli, dirinya menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan di desa peninjoan, hal tersebut dikarenakan letak strategis desa peninjoan rawan bencana, sehingga kegiatan ini dilaksanakan di desa peninjoan.  Selain itu dirinya juga menyampaikan bahwa bencana itu tidak terduga-duga agar masyarakat paham dengan adanya bencana. Dalam kesempatan ini juga ketut gede menyampaikan bahwa kelompok anggota BPBD adalah merupakan kegiatan meyadnya kepada orang-orang yang sedang terkena bencana.

Setelah dibuka secara resmi oleh ketut gede, kegiatan dilanjutkan penyampaian dari BPBD Provinsi Bali oleh Ketut Teja. Dirinya menyampaikan bahwa dalam mengundang masyarakat dalam kegiatan sosialisasi biasanya yang hadir hanya sedikit, namun setelah terjadi bencana baru banyak yang hadir. Selain itu pak teja juga menekankan bahwa perlunya ada yang namanya keluarga siaga bencana agar bencana bisa ditanggulangi sejak dini.

Materi dilanjutkan dari BMKG Wilayah III Denpasar dengan materi yang berjudul pengenalan tanggap bencana di kabupaten bangli dengan sub manteri pengenalan BMKG, cuaca vs iklim, Metrorogi dan Klimatologi, faktor pemengaruhi cuaca dan iklim, EL NINO, Madden julian asocilattion, puting beliung, cuaca ekstrim, potensi bencana alam, gempa bumi, tanah longsor, penyebab tanah longsor ; hujan, geteran, tingkat kemiringan lereng, adanya beban tambahan, deforestasi, tata lahan, tanda-tanda longsor ; adanya retakan vertical, munculnya air tanah, air sumur menjadi keruh, adanya lonsor batu-batu kecil, upaya mitegasi, meteorology early warning sistem, produk informasi cuaca rutin, produk informasi cuaca khusus, produk informasi iklim, peran BMKG. Demikian beberapa materi yang disampaikan oleh pemateri dari BMKG Wilayah III Denpasar, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa yang berjudul Peranan Desa Dalam Penanggulangan Bencana.

Materi yang dibawakan oleh Nengah Suta yang menyampaikan bahwa pembangunan desa agar menjadi maju, sehingga tidak terjadi gep antara kota. Dirinya juga menyampaikan bahwa program pemerintah dengan  nawa cita agar pembangunan desa dapat maju, sehingga pemerintah memberikan bantuan berupa dana desa, dengan demikian masyarakat desa dapat maju, mandiri dan sejahtera. Selain itu juga pak nengah menyampaikan bahwa dana desa bisa dipergunakan untuk penanggulangan bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/ atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak. Penanggulangan bencana sebagai salah satu indicator pembangunan desa, definisi desa/kelurahan Tangguh bencana : PERKA BNPB NO.1 TAHUN 2012, tujuan desa/kelurahan Tangguh bencana, strategi pengembangan desa/kelurahan Tangguh bencana, peran desa dalam kebencanaan ; 1. Kesiapsiagaan bencana (antisipasi), 2. Edukasi pada masyarakat desa atas hak dan kewajiban dalam bencana, 3. Tanggap darurat bencana ( saat terjadi dan fasca bencana), 4. Perencanaan dan penganggaran kegiatan-kegiatan kebencanaan, seperti dari dana desa.

Setelah materi dari DPMD Provinsi Bali, kegiatan yang dilanjutnya dengan penyampaian materi Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) kesiapsiagaan bencana dimulai dari tingkat keluarga oleh deni anggreni. Dirinya juga menyampaikan dalam meningkatkan presentase kesalamatan dalam bencana adalah dengan menyelamatkan diri sendiri menjadi tanggungjawab sendiri. Dalam materinya juga disampaikan rencana kesiapsiagaan keluarga merupakan telah disusun untuk seluruh anggota keluarga termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Membuat rencana kesiapsiagaan bencana yang perlu diketahuai yakni ; mengetahui acaman bencana, mengetahui cara melindungi diri, mengenali bagian dalam rumah sebagai perlindungan, menghindari bagian rumah yang beresiko membahayakan, memgetahui jalur evakuasi, mengetahui titik kumpul, menyiapkan perlengkapan standar keadaan darurat, catat nomor anggota keluarga, mencatat nomor-nomor penting, mempraktekkan rencana kesiapsiagaan keluarga yang telah disepakati, memperbaiki kekurangan , menyesuaikan kembali perencanaan,jalur evakuasi, evakuasi mandiri, titik kumpul, dan bagaimana akan memulai di lingkungan keluarga dalam menanggulangi bencana. Kenali resiko bencana di sekitar anda, dalam kegiatan ini dicontohkan dengan aplikasi yang dikeluarkan oleh BNPB.

Demikian beberapa materi yang disampaikan dari berbagai narasumber yang telah ditadangkan dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi penanggulang bencana tahun 2020. Kegiatan sosialisasi ini ditutup secara resmi oleh pemateri dari BPDB Kabupaten Bangli.

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


INFO COVID-19 DI INDONESIA

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:202
    Kemarin:372
    Total Pengunjung:41.409
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.92.74.105
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel